Keindahan sifat orang beriman, tersebar di banyak surat di Al Quran. Kali ini akan kita bahas yang di QS Al Furqan (25) 63-76
1. As Sakinah wal waqor (Tenang dan tidak berlebihan)
QS Al Furqan 63: Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.
Yang dimaksud dengan rendah hati itu adalah orang yang berjalan di muka bumi dengan tenang apa adanya.
Tidak ada orang yang lebih tenang/khusyuk jalannya daripada Rasulullah.
Bumi itu seperti dilipat karena begitu cepatnya Rasulullah berjalan.
Kedisiplinan orang bekerja itu dapat dilihat dari cara jalannya. Orang2
di Negara maju biasanya berjalan dengan cepat. Ketika bekerja, mereka
cepat jalannya. Ibaadurrahman, hamba2 yang disayang oleh Allah, jalannya
tenang, tidak dibuat2. Cara berjalan ini harus dipahami dengan benar.
Bukan jalannya seperti orang sakit, atau dibuat2 seperti seolah-olah
jalannya orang yang bertaqwa.
2. Indah Menawan.
Umat Islam memiliki akhlaq menawan. Di antaranya adalah al himu (lemah lembut).
Ketika hamba2 Allah itu dicerca, dicela oleh orang2 yang bodoh (al
jahiliyyah), mereka mengucapkan kata2 yang mengandung keselamatan
(salam).
Yang dimaksud dengan bodoh dalam Islam, bukan berarti ia
tidak bisa baca tulis, tapi ia tentang suatu kondisi kejiwaan yang
selalu menolak apa saja yang berbau Islam. Makanya Abu Jahal (bapaknya
kebodohan) itu sebenarnya pintar berpidato, tapi ia selalu menolak
Islam.
Betapa urgent-nya sifat yang santun, lemah lembut, sabar menghadapi cercaan, kita lihat hadist Rasulullah.
Beliau bersabda kepada Asad bin Abdul Qois: Sesungguhnya kamu punya dua
akhlaq yang dicintai oleh Allah: lemah lebut (santun) dan tidak
tergesa2.
Nabi, adalah seorang pemimpin. Ini contoh bagi
para pemimpin, para ayah, untuk selalu cerdas melihat kelebihan sisi
baik dari orang lain. Jangan terbalik. Jika ada kebaikan saudaranya
disimpannya, lalu jika ada sedikit saja keburukan saudaranya lalu
diumumkan.
Nabi kalau ada kebaikan saudaranya, ia
umumkan. Tapi kalau ada keburukan, ia nasehati dengan cara baik2, tidak
membesar2kannya, ia simpan, dan tidak menyakiti hati saudaranya itu.
Tidak membalas kejahatan orang lain itu bukan karena ia lemah, tapi ia
diamkan karena ia tidak ingin waktunya tergilas habis untuk hal-hal
seperti ini. Ia ingin gigih menjawab tugas2 dakwah yang jauh lebih
besar.
3. Menghidupkan malam dengan sholat.
Begitu pentingnya menghidupkan malam2 dengan sholat, disebutkan di
dalam Al Quran dalam beberapa surat, seperti di QS As Sajdah 15-16:
malam harinya digunakan untuk menghidupkan malam dengan sholat (Qiyamul
Lail/QL).
Bagaimana supaya kita bisa mengikuti Sunnah
Nabi untuk QL? Gunakan Sunnah Nabi lainnya. Sebelum malam terlalu larut,
ia telah tidur. Nabi sukanya setelah isya tidak berlama2 untuk becanda,
ngobrol, dsbnya. Nabi setelah isya segera tidur.
Mereka sedikit sekali untuk tidur. Mereka isi malamnya dengan QL.
Ketika menilai kecendikiawanan seseorang itu bukan semata2 keilmuwan,
tapi juga di siang harinya iaberpuasa dan di malam harinya ia bangun
untuk QL.
Ketika seseorang bertanya tentang sesuatu ke
Imam Hasan Al Basri, lalu Hasan Al Basri mencoba menjawabnya, dan orang
itu tidak puas dengan jawaban imam, dan berkata, “Hai, imam, seorang
yang faqih (paham ilmu fiqih) tidak seperti itu pendapatnya.”
Mendengar komentar itu imam menjawab, “seseorang yang disebut faqih
tidak sebatas keilmuwan, tapi yang siang harinya berpuasa dan malamnya
QL.”
Ulama memberikan rekomendasi sebagai orang yang alim, kepada Imam Hasa Al Basri, karena pendapat2 beliau mirip dg Rasulullah.
Kita harus punya tolak ukur yang benar, sehingga kita tidak salah menilai sesoerang, atau suatu kejadian.
Apa kelebihan QL itu dilakukan di waktu malam?
Di malam hari itu suasananya berbeda dengan di siang hari. Kekhsuyukan
dan ketenangan di malam hari tidak bisa disamakan dengan di siang hari.
Apalagi di kota2 besar, persaingan begitu ketat, dalam politik, ekonomi,
dsbnya. Maka dari itu ketika ibadurrahman bangun di malam hari, mereka
berdoa “ Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami.”
QS Al Muzzamil, surat di mana Nabi dan sahabat nabi wajib QL, hingga
turun ayat penutupnya, dan menjadikan QL menjadi Sunnah uuntuk para
sahabat Nabi dan tetap wajib bagi Nabi. Disebutkan bahwa sholat di malam
hari lebih dalam, lebih khusyuk.
4. Berada di Tengah2 dalam Membelanjakan Harta Benda
Inilah petunjuk Allah dalam membangun ekonomi kita.
Dalam membalanjakan harta bendanya tidak terjebak dalam dua kutub
ekstrim yang sama2 membahayakan. Tidak boros dan tidak ekstrim (QS Al
Furqan 67).
Apa definisi para ulama tentang boros dan kikir:
Ibnu Jarir mengatakan, beberapa ulama memilki beberapa varian. Ini
memperkaya pengetahuan kita dan tidak perlu kita pertentangkan.
Al Isrof (boros): ketika seseorang membelanjakan harta benda untuk
berbuat untuk maksiat pada Allah. Ketika dibelikan untuk judi, minum2an
keras, sesuatu yang berbahaya bagi bangsa dan Negara. Walau sedikit,
tapi itu membahayakan, maka itu boros.
Iqtar (kikir):
Setiap manusia yang menghalang2i mencegah hak Allah, maka itu kikir.
Ketika ia tidak bayar zakat, meski ia menyumbang dalam jumlah besar ke
lembaga2 lain maka ia disebut kikir.
Ulama lain
definisikan boros: orang yang berlebihan dalam berbelanja, menembus
batas2 kepatutan. Meski itu adalah uang kita sendiri, itu boros jika
tidak lazim dan melewati batas2 kelayakan dan kepatutatn yang seusai
dengan kultur tradisi setempat.
Al Iqtar: seseorang
mengurangi dari yang seharusnya. Meski ia mengeluarkan uang 1 juta, 2
juta, tapi ia mengurangi dari pengeluaran yang seharusnya, maka ia
kikir.
Di antara definisi boros: makan atau mengambil
harta benda orang lain. Walau itu sedikit, itu zholim. Korupsi dikit
atau apalagi banyak, itu zholim.
Allah memberitahukan
tentang system ekonomi yang benar di mana setiap manusia diberikan hak
untuk memiliki harta bendanya. Tapi ketika ia diberikan kebebasan untuk
memiliki harta bendanya, ia tidak boleh membelanjakannya sebebas2nya,
sehingga membahayakan orang lain. Itu liberal namanya. Jika ia punya
mobil, lalu menyetir dengan keadaan mabuk, meski ia beli minuman keras
itu uangnya sendiri, tapi itu membahayakan orang lain.
Zina itu
walau ia bayar pakai uangnya sendiri, tapi itu merusak bangsa dan
Negara. Meski itu adalah negara2 non muslim, tapi zina membuat jiwa
penduduknya buruk.
Semoga kita diselamatkan dari penyakit kikir dan boros.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar