1. Kembali kepada fithrah
Ketika setiap muslim melaksanakan haji
tanpa ada dosa-dosa (seperti disebutkan di QS Al Baqoroh 197: rafats,
fasiq, jidal) di dalamnya, dan melaksanakan haji sesuai dengan sunnah2
Rasulullah, maka ia akan kembali kepada fithrah (seperti yang kita bahas
dalam kajian sebelum ini).
Bersih dari korupsi, bersih dari memusuhi hamba2 Allah, bersih dalam berbisnis, dll.
2. Cepat merespon panggilan Allah.
Waktu sholat subuh di Mekkah jam 5, mereka sudah bangun jam 2 dan pergi
ke Masjidil Haram untuk thawaf, sai, dan ketika masuk waktu subuh
mereka segera sholat subuh. Ketika kembali ke tanah air, mereka cepat
merespon
Al Anfal 24
Yaa ayyuhalladzii na aamanuu (Hai orang-orang yang beriman)
Istajiibuu lillaah wa lirrasuulii idzaa da'aakum limaa yuhyiikum
(penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu
kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu)
Pengaruh dalam
kehidupan kita, cepat merespon panggilan Allah, tidak menunda2.
Panggilan Allah itu berupa: sholat, menjemput rezeki yang halal, membela
Negara, membela saudara2 kita yang lemah, dst.
Bila bersegera
seperti itu, maka Negara kita akan melompat jauh menjadi Negara maju.
Karena salah satu yang membuat Negara kita tidak maju, adalah kerja yang
lambat, belajar yang lambat, dan segala hal yang lambat.
3. Meninggalkan kebiasaan2 buruk
Kalau kita tidak sering2 diberi peringatan dan nasehat, maka kebiasaan buruk akan sulit kita tinggalkan.
Kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan: lambat dalam bekerja,
berbohong, mempersulit urusan, mengghibah orang, mempunyai wacana yang
tidak berdasarkan dalil yang penting popular, dst.
Kebiasaan2 buruk ini
akan ditinggalkan bila kita pulang haji dengan mengerjakan haji yang
benar.
Runtutan ibadah haji yang dimulai dari mabit di Mina,
wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lalu melempar jumrah. Saat
melempar jumrah itu, mereka sebenarnya dalam keadaan lelah, tapi dengan
semangat jamaah haji melempar dengan semangat.
Begitu pula kita
di tanah air. Kita buang jauh2 kebiasaan bertengkar dengan saudara2
kita, kita menilai sesuatu dengan obyektif dan bersama2 membangun bangsa
dan Negara ini.
Kita semua bisa masuk syurga, tapi ada yang
tidak mau. Nabi bersabda: Semua umatku akan masuk surga kecuali yang
tidak mau. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang
enggan?” Beliau menjawab, Barangsiapa yang taat kepadaku dia masuk
surga dan barang siapa yang melanggar perintahku dia tidak mau.” (HR.
Bukhari).
Kita jangan mengatakan, “ini sudah kebiasaan kita.”
Jangan katakana seperti itu, Bukankah kebiasaan orang Arab dahulu adalah
minum minuman keras, membunuh anaknya dan perbuatan keji lainnya? Tapi
ketika Islam sudah masuk ke bangsa Arab, mereka berubah.
4. Memproduksi kebaikan (al birr) sebagaimana hasil dari haji yang mabrur.
Orang yang pulang dari ibadah haji harus lebih baik daripada
sebelumnya, Jangan sampai haji berulang2, umrah berulang2, tapi ketika
pulang ke negaranya ia kembali korupsi, mengumbar auratnya lagi sehingga
menimbulkan fitnah. Itu bukan haji yang mabrur. Haji yang mabrur lah
yang akan menghasilkan kebaikan2.
5.Menjadi agen perubahan menjadi yang lebih baik
Alangkah indahnya bila suatu bangsa, pulang dari haji menjadi haji
mabrur. Jika mereka sebelum berangkat diberi pendidikan yang benar ttg
haji, ia dapat melaksanakan haji dengan baik, ia menjadi haji yang
mabrur, sehingga ketika kembali ke negerinya maka ia akan mengubah
masyarakatnya menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar