Bagaimana kehidupan orang2 yang syahid di akhirat nanti. Tapi
sebelumnya, mari kita pahami makna syahid. Syahid adalah orang yang
terbunuh tewas di jalan Allah. Dia tewas karena berjuang di jalan Allah,
bukan di jalan lainnya. Bentuk jamak dari syahid adalah syuhada.
Imam Al Qurthubi mengatakan, kesaksian (syahadat) itu mempunyai 3 syarat, dan tidak sah bila salah satunya tidak terpenuhi.
1. Hadir
2. Faham dengan sedalam2nya
3. Melaksanakan.
Kalau kita kaitkan dengan syahid, maka dia hadir, memahami betul bahwa
tugas yang berjuang di jalan Allah SWT adalah sangat mulia dan dilakukan
secara benar, tidak merusak citra Islam.
Contoh2 syahid: para Nabi, sahabat zaman dahulu, yang melakukannya dengan cara yang benar.
QS An-Nisa 69: “Dan barangsiapa yang metaati Allah dan Rasul(Nya),
mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat
oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati
syahid, dan orang-orang yang shalih.”
Kenapa orang yang tewas di jalan Allah itu disebut syahid (artinya: disaksikan)?
Ulama punya banyak pendapat.
1. Ibnul Ambali. Orang yang tewas di jalan Allah disebut karena Allah
dan malaikat2Nya menjadi SAKSI bahwa dia mendapatkan pahala Jannah
(syurga). Yang menyaksikan adalah Allah dan malaikat2Nya.
2.
Karena Malaikat2 Rahmah menyaksikan mandinya jenazah yang syahid. Maka
Hanzholah disebut “yang dimandikan malaikat”. Malaikat menyaksiakan ruh2
orang yang syahid dihadirkan di syurga dalam keadaan hidup, Sedangkan
ruh2 orang yang tidak syahid ditunda sampai terjadinya hari pembalasan.
3. Karena mereka yang tewas di meda jihad itu termasuk orang2 yang menemani Nabi sebagai saksi atas ummat terdahulu.
QS Al Baqoroh 143: “Dan demikianlah, telah Kami jadikan kamu suatu
ummat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan
adalah Rasul menjadi saksi (pula) atas kamu.”
4. Karena jatuhnya
ketika ia tewas di muka bumi itu, tanah dan bumi bersaksi bahwa orang
yang syahid itu benar2 berjuang di jalan Allah.
5. Karena dia
menyaksikan dirinya sendiri untuk Allah, ketika ia komitmen untuk
memperjuangkan ajaran Allah, dia buktikan, dia menjadi saksi bahwa dia
bersungguh kepada Allah
QS At Taubah 111: Sesungguhnya Allah
telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu
mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari
Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih
menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan
jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Mereka membunuh musuh2 Allah dan mereka terbunuh. Memenuhi janjinya pada Allah.
QS Al Ahzab 23: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang
menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara
mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang
menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).”
Orang2 yang jujur, membuktikan bahwa janjinya itu benar, ia siap
membuktikan janjinya pada Allah meskipun mengorbankan jiwanya sampai
menemui ajalnya di jalan Allah.
Bagaimana jujurnya orang2 yang
syahid sehingga ia menjadi saksi yang benar, Allah menyebutkan ANFUSAHUM
(jiwa mereka) lebih dahulu daripada AMWAALAHUM (harta mereka). Kenapa
disebutkan urutannya seperti demikian? Ini menggambarkan kesungguhan
mereka, dengan berjuang di jalan Allah, mereka tidak menginginkan apa2.
Mereka lebih senang tewas di medan perang daripada selamat pulang ke
rumah, untuk benar2 membuktikan janjinya pada Allah.
Tidak boleh seseorang mengorbankan harta dan nyawanya kepada selain Allah.
Hadist: ketika seseorang bertanya pada Rasulullah SAW, jika ada
seseorang yang berperang dengan motivasi karena fanatisme, dan ada yang
karena riya’ ingin dikenal orang, maka yang mana di jalan Allah?
Nabi menjawab: Orang yang berperang dengan tujuan tegaknya kalimat Allah yang paling tinggi.
Syuhada adalah orang2 yang hidup. Bahkan Allah melarang menyebut mereka telah mati.
QS Al Baqoroh 154: “Dan jangan lah kamu katakana bagi orang yang tewas
di jalan Allah itu mati, tapi mereka itu hidup, tapi kamu tidak
merasakan.”
Jangan sekali2 kamu mengira orng2 yang tewas di jalan
Allah itu mati. Mereka itu hidup. Seperti apakah kehidupan orang2 yang
syahid? Bukankah secara zhohir mereka sudah mati.
Al Imam Muslim meriwayatkan, dia berkata: Aku bertanya pada Abdullah.
“Ruh orang2 yang syahid itu berada dalam perutnya burung yang berwarna
hijau, dan mereka bisa terbang ke sana ke mari di dalam syurga, semaunya
ruh para syuhada itu.
Lalu ditanyakan kepada mereka: Apa lagi yang kamu inginkan?
Jawab orang2 yang syahid, Ya Allah kami sedang menikmati syurga terbang ke sana kemari sesuai keinginan kami.
Allah menanyakan lagi apa yang mereka inginkan lagi, sampai tiga kali. Lalu para syuhada menjawab keinginan mereka:
Wahai Tuhanku aku menginginkan agar ruh kami ini agar dapat dihidupkan
dalam jasad kami lagi dan dihidupkan lagi ke dunia dan berperang
kembali.”
Tapi tentu saja keinginan itu tidak Allah kabulkan,
tapi ini menjadi pelajaran bagi kita betapa indahnya pahala orang yang
syahid itu. Tidak ada pahala yang lain seperti pahala yg diraih orang
syahid, sehingga karena sangking indahnya pahalanya itu, sampai2 orang
yang syahid itu ingin dihidupkan kembali agar dapat syahid kembali.
Resume Tafsir Al Hayah, Dr Ahzami Samiun Jazuli di TV One (written by Femina Sagita Borualogo)
Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan
15 November 2014
18 September 2014
Adzab kehidupan Akhirat
Kalau kita beriman pada Allah, maka seharusnya kita beriman pada adanya adzab kehidupan Akhirat nanti.
Allah SWT yang paling tahu karakter manusia. Di antara karakter manusia
adalah membutuhkan sesuatu yang menjanjikan di masa depan, dan
membutuhkan sesuatu yang membuat dia waspada tentang masa depan.
Apa saja penjelasan ttg adzab di Akhirat?
1. Adzab akhirat itu lebih berat daripada adzab di dunia.
Rasulullah mengingatkan suami istri yang saling melaknat (mulaa anah): "sesungguhnya hukuman/adzab dunia lebih ringan dari adzab akhirat."
Hikmahnya: agar kita ingat bahwa adzab akhirat itu sangat berat.
Seseorang yang meminta agar dirinya dihukum rajam, karena dia tahu bahwa hukuman dunia lebih ringan drpd akhirat.
2. Binasa, yang bukan berarti mati. QS Al Furqon: 65-66 doa orang2 yang disayang oleh Allah. "Wahai Tuhan kami, jauhkan kami dari adzab jahannam. Sesungguhnya adzab itu membuat kebinasaan yang kekal, sungguh Jahannam itu seburuk2 tempat menetap dan tempat kediaman."
Al Hasan mengatakan: sesungguhnya adzab neraka itu ghorob (yg tetap melekat terus menerus, selamanya2).
3. Adzab di akhirat tidak akan sama dengan di dunia.
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia.
Siksa yang menghinakan. QS Al-Baqoroh: 90
Neraka jahannam bernama Buulats, yaitu penjara di neraka bagi mereka yang memenjarakan orang yang memperjuangkan Islam, kaum muslimin, para ulama. Di dalam neraka itu mereka meminum nanah.
Penjara dunia akan ada ujungnya sedangkan penjara akhirat adalah selama2nya. Adzab yang sangat menghinakan itu bukan di dunia, tapi di akhirat.
4. Adzab yang sangat menghinakan (akhza). QS Fusshilat:19
Tanda2 Ulil Al Baab (orang yg berpikir) di QS Ali Imran 190-192 selalu berfikir ttg penciptaan Allah dan senantiasa berdoa "ya Alloh siapa saja yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sungguh Engkau telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yg zhalim."
Keilmuwan itu bukan sebatas:
- karya yang banyak ditulis
- pengikut yang banyak
Walau sebenarnya itu semua penting. Tapi yang Ulil Al Bab yg sesungguhnya adalah yang takut yang dibarengi dengan mengagungkan Allah. Tidak berani berkhianat. Menulis bukan dengan mengikuti hawa nafsunya.
5. Adzab yang sakit dan menyakitkan.
QS Yunus:4
Kalau orang2 yg berjuang di jalan2 Allah disakiti, ketahuilah bahwa adzab di akhirat lebih menyakitkan.
Mungkin di dunia manusia yg dzholim bisa lolos dari hukuman dunia, maka ia tidak akan lolos di hukuman Akhirat.
Hukuman rajam, qishash tidak bisa digantikan dengan hukuman penjara, karena tidak selamanya penjara membuat manusia menjadi sadar atas kejahatannya. Masih banyak penjahat yang terus mengarahkan kejahatan dari dalam penjara.
Apa saja penjelasan ttg adzab di Akhirat?
1. Adzab akhirat itu lebih berat daripada adzab di dunia.
Rasulullah mengingatkan suami istri yang saling melaknat (mulaa anah): "sesungguhnya hukuman/adzab dunia lebih ringan dari adzab akhirat."
Hikmahnya: agar kita ingat bahwa adzab akhirat itu sangat berat.
Seseorang yang meminta agar dirinya dihukum rajam, karena dia tahu bahwa hukuman dunia lebih ringan drpd akhirat.
2. Binasa, yang bukan berarti mati. QS Al Furqon: 65-66 doa orang2 yang disayang oleh Allah. "Wahai Tuhan kami, jauhkan kami dari adzab jahannam. Sesungguhnya adzab itu membuat kebinasaan yang kekal, sungguh Jahannam itu seburuk2 tempat menetap dan tempat kediaman."
Al Hasan mengatakan: sesungguhnya adzab neraka itu ghorob (yg tetap melekat terus menerus, selamanya2).
3. Adzab di akhirat tidak akan sama dengan di dunia.
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia.
Siksa yang menghinakan. QS Al-Baqoroh: 90
Neraka jahannam bernama Buulats, yaitu penjara di neraka bagi mereka yang memenjarakan orang yang memperjuangkan Islam, kaum muslimin, para ulama. Di dalam neraka itu mereka meminum nanah.
Penjara dunia akan ada ujungnya sedangkan penjara akhirat adalah selama2nya. Adzab yang sangat menghinakan itu bukan di dunia, tapi di akhirat.
4. Adzab yang sangat menghinakan (akhza). QS Fusshilat:19
Tanda2 Ulil Al Baab (orang yg berpikir) di QS Ali Imran 190-192 selalu berfikir ttg penciptaan Allah dan senantiasa berdoa "ya Alloh siapa saja yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sungguh Engkau telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yg zhalim."
Keilmuwan itu bukan sebatas:
- karya yang banyak ditulis
- pengikut yang banyak
Walau sebenarnya itu semua penting. Tapi yang Ulil Al Bab yg sesungguhnya adalah yang takut yang dibarengi dengan mengagungkan Allah. Tidak berani berkhianat. Menulis bukan dengan mengikuti hawa nafsunya.
5. Adzab yang sakit dan menyakitkan.
QS Yunus:4
Kalau orang2 yg berjuang di jalan2 Allah disakiti, ketahuilah bahwa adzab di akhirat lebih menyakitkan.
Mungkin di dunia manusia yg dzholim bisa lolos dari hukuman dunia, maka ia tidak akan lolos di hukuman Akhirat.
Hukuman rajam, qishash tidak bisa digantikan dengan hukuman penjara, karena tidak selamanya penjara membuat manusia menjadi sadar atas kejahatannya. Masih banyak penjahat yang terus mengarahkan kejahatan dari dalam penjara.
Langganan:
Postingan (Atom)