Ketika manusia menghadapi masalah2 besar, dunia membutuhkan
kepahlawanan. Bagaimana Al Quran menghadirkan kepahlawanan di dunia ini?
1. As sajaa’ah (keberanian)
Jangan bermimpi bangsa ini ada yang menjadi pahlawan, jika tidak ada
yang mempunyai keberanian. Bagaimana Al Quran berjanji kepada seluruh
umat manusia. Seandainya ada yang murtad, maka akan ada generasi baru.
Generasi baru yang bagaimana? Yaitu seperti yang di jelaskan di QS Al
Maidah 54.
QS Al Maidah 54: “Hai orang-orang yang beriman,
barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah
akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin,
yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan
Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya,
dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
Kepahlawanan itu tidak akan terjadi bila tidak ada keberanian, dan
keberanian adalah anugrah Allah. Pertanyaannya, apakah kita bersungguh2
melanjutkan kepahlawanan ini.
2. Tsabat (berteguh pendirian)
Al Anfal (8) 45: “Hai orang2 yang beriman, apabila kamu bertemu dengan
musuh2mu, maka tsabatlah dan berdzikir lah yang banyak, agar kamu
menang.”
Tidak tergoda dengan sanjungan manusia, tidak tergoda
dengan gelombang fitnah atas dirinya. Dia terus berteguh pada
pendiriannya.
Seluruh orang beriman meminta hidupnya selalu
tsabat di jalan Allah. Jangankan kita, yang perlu selalu berdoa untuk
mendapatkan tsabat, Rasulullah, hamba yang paling disayang Allah pun, di
antara doa yang selalu dibacakan beliau adalah, “yaa muqollibal quluuub
tsabbit qolbii ala diinik” (Ya Allah yang menguasai hati, tetapkan lah
hati ini dalam agamaMu).
3. Cita2 yang kuat, semangat yang tinggi, dan dibarengi dengan tujuan yang mulia.
Pahlawan di dunia ini tidak mengenal sesuatu yang murah. Hidupnya untuk
sesuatu yang mahal. Ketahuilah bahwa dagangan Allah itu mahal. Dan
dagangan Allah itu adalah syurga.
QS At Taubah 111: “Sesungguhnya
Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka
dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah;
lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang
benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang
lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah
dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang
besar.”
Dari QS At Taubah 111 di atas, ada sekian banyak pelajaran kehidupan terutama bagi calon2 pahlawan.
Ada suatu uslub (gaya Bahasa) di Al Quran yang mendahulukan dan
didahulukan. Ulama tafsir mengatakan, seseorang tidak mengetahui
indahnya Al Quran bila tidak tahu mana yang mendahulukan dan mana yang
didahulukan.
Pada sebagian besar ayat di Al Quran, dalam
mengorbankan, selalu mendahulukan mengorbankan harta lalu jiwa. Tapi di
dalam ayat ini, yang didahulukan adalah jiwa terlebih dulu, barulah
harta.
Para pahlawan itu membunuh musuhnya dan merekapun gugur
dalam perjuangan. Tapi di ayat ini disebutkan “fayuqtaluuna fayaqtuluun”
maka mereka terbunuh, dan mereka membunuh. Bagaimana dengan hal ini?
Ulama tafsir mengatakan: para pahlawan itu ketika mereka keluar dari
rumahnya untuk berjuang di jalan Allah, cita2nya tidak ingin mendapatkan
harta benda, tapi semata2 karena rindu dengan Allah, dan itu tidak akan
ada yang memisahkan kecuali dengan kematian. Sehingga niat yang mulia
ini disamakan dengan “terbunuh” dan jihad mereka itulah yang “membunuh.”
Pahlawan bukanlah seseorang yang bisa dibeli dengan dunia, mereka hanya menginginkan ridho Allah.
Hadist: “Barangsiapa yang berperang dengan tujuan agar Islam mendapatkan nilai yang paling tinggi, itu lah pahlawan.”
4. Kejujuran dan benar2 memenuhi janjinya pada Allah
Pahlawan menyadari betul bahwa ketika masih di dalam kandungan ibunya,
setiap muslim telah berjanji kepada Allah, bahwa Rabb (Tuhan)nya
hanyalah Allah.
Ketika Allah menginstruksikan perintah, dan bagi
sebagian manusia perintah itu terasa sangat berat, maka para pahlawan
membuktikan janjinya kepada Allah, untuk mengikuti perintah Allah itu.
Al Ahzab 23: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang
menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara
mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang
menunggu-nunggu dan mereka tidak mengubah (janjinya),”
Di ayat di
atas, Allah menambah pujian kepada orang2 yang berjuang di jalan Allah,
dengan sebutan rijal. Di antara orang2 beriman ada rijal. Kata rijal di
sini bukan sebatas laki2, tapi itu mengungkapkan kepahlawanan.
‘Adamuttaqdim, para pahlawan itu tidak mengubah janjinya kepada Allah.
Ini menggambarkan ada pelajaran aqidah, bahwa orang yang berjuang,
jangan punya persepsi yang salah, bahwa kalau ia berjuang pasti akan
mati. Belum tentu. KEmatian bisa datang kepada siapa saja, bukan hanya
kepada orang yang berjuang. Orang berjuang belum tentu mati dalam
keadaan berjuang. Bahkan ada pula orang yang hanya di rumah saja juga
bisa meninggal. Kalau memang kita semua akan meninggal, kenapa kita
tidak memilih cara mati yang mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar