QS Ash Shooffaat 24: “Waqifuuhum innahum mas uu luun (Dan tahanlah
mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya)”
Dikatakan dalam buku2 tafsir, waqifuuhum innahum mas uu luun,
ditafsirkan menjadi “kita akan dihentikan lalau ditanyakan amalan,
ucapan, dan aqidah2 yang keluar di dunia.” Berhentikanlah mereka, karena
sesungguhnya seluruh kegiatan mereka ketika hidup di dunia akan
diaudit, dihisab.
Apa itu hisab?
Hisab itu, hamba2 Allah
berdiri di depan pengadilan Allah, dan mereka diberitahukan seluruh yang
mereka kerjakan di dunia. Semua akan Allah beritahukan, akan dihadirkan
oleh Allah SWT. Apakah perbuatan yang berupa keimanan, kekufukaran,
maksiat, apa saja. Semua akan dibalas, apakah berupa pahala, dan siksa.
Kalau mereka saleh, akan menerima buku catatan amal dengan tangan
kanan, bila mereka orang yang berbuat maksiat, akan menerima buku
catatan dengan tangan kiri.
Bagaimana orang2 beriman ketika menghadapi hisab Allah SWT?
Pada dasarnya hisab itu ada yang sulit, dan ada pula yang mudah. Yang
mudah itu adalah penghargaan dari Allah, ada juga yang dipermalukan
sebagai balasan perbuatan mereka karena dulunya mereka mempemalukan
mukmin di bumi. Ada yang dapat kemudahan dari Allah, ada orang yang
Allah tidak berkenan melihatnya. Itu suasana2 saat hisab.
Orang
beriman yang dihisab dengan mudah itu, amal perbuatannya diperlihatkan
tanpa ada perdebatan, lewat begitu saja, tidak diperdebatkan. Hisaaban
yasiiro (hisab yang sebentar) dan disegerakan untuk masuk syurga.
Kebaikan2 mereka diterima oleh Allah. Dan kesalahan2 mereka diampuni
oleh Allah. Jadi orang2 beriman bisa juga melakukan kesalahan, tapi
kemudian mereka mendapatkan ampunan dari Allah. Semoga kita saat dihisab
nanti, termasuk yang diampuni dosa2 kita.
Hadist diriwayatkan dari Aisyah ra, sesungguhnya Rasulullah berkata:
Tidaklah setiap manusia yang dihisab di hari kiamat, kecuali ia binasa,
Ketika itu aku (aisyah) bertanya, ya Rasulullah bukankah Allah
berfirman; barangsiapa yang diberikan kitabnya dengan tangan kanan, maka
dia dihisab dengan hisab yang mudah.
Maka Nabi bersabda: itulah yang disebut dengan ‘arb.”
Setiap orang yang diuji oleh Allah, dia pasti disiksa oleh Allah.
Di hari kiamat nanti, ada satu kelompok orang2 beriman yang masuk
syurga tanpa melalui proses yang bernama hisab. Siapa mereka itu?
Hadist diriwayatakan Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas: "Ditampakkan
beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang
berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada pula seorang nabi
yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku
sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka
ada yang menjawab: 'Ini adalah Musa dan kaumnya,' lalu dikatakan,
'Perhatikanlah ke ufuk.' Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia
memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke sana dan ke sana
di ufuk langit.' Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk.
Ada yang berkata, 'Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan
masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang.”
Ini dalil bahwa di antara ummat nabi SAW ada 70 ribu orang yang nanti masuk syurga tanpa melalui hisab terlebih dahulu.
Mendengar seperti in, sahabat bernama Ukaasah, berkata “Doakan agar saya termasuk mereka”
Rasulullah berkata, “kamu termasuk mereka.”
Ada seseorang memohon juga, untuk didoakan, lalu Rasulullah menjawab, “Kamu sudah kedahuluan oleh Ukaasah.”
Minta didoakan oleh orang2 yang sholeh, seperti yang dilakukan oleh Ukaasah kepada Nabi, adalah diperbolehkan.
Kalau kita merenungi ayat2 AQ kita akan menjumpai begitu banyak ayat berbicara tentang hisab.
Al Hijr 92-92: “Maka demi Tuhanmu, sungguh benar2 kami akan bertanya kepada mereka mengenai seluruh apa yang mereka kerjakan.”
Ketika risalah diinul Islam disampaikan ke manusia, yang nantinya
ditanyakan tanggung jawab penyampaian dakwah Islam bukan hanya para Nabi
saja tapi juga ummatnya. Seluruh umat manusia, Rasulnya, ummatnya akan
ditanya seluruhnya oleh Allah.
QS Al A’Raf 6: “pendengaran kita,
penglihatan kita, hati kita, semua ditanya oleh Allah. Maka bertaqwalah
kita semua kepada Allah.”
Jangan sekali2 telinga kita, mata kita, mulut kita, berbuat maksiat, karena semua akan ditanya oleh Allah.
Semua bagian tubuh manusia akan dihisab. Bila rambut kita rawat, fisik
kita rawat, tapi hati kita tidak dirawat, lalu bagaimana
pertanggungjawaban di hadapan Allah nanti? Bagaimana cara merawat hati?
Yaitu dengan selalu mengingat Allah.
Dan seluruh nikmat yang kita
terima pasti akan ditanyakan, baik itu nikmat yang bernama umur, ilmu,
harta, fisik, jabatan, semua akan ditanya oleh Allah.
Apa yang pertama dihisab oleh Allah nanti, agar ini menjadi perhatian kita.
1. Nabi bersabda: “Amal manusia yang pertama dihisab di hari kiamat adalah sholat,”
Sehingga sholat menjadi prioritas utama dalam hidup ini. Memang kita
bekerja, bermasyarakat, berkeluarga, dsbnya, tapi ketika adzan
berkumandang, kita bersegera mendirikan sholat.
Nabi sangat
romantis terhadap istri2nya, tapi begitu mendengar panggilan sholat,
Nabi cepat berdiri merespon panggilan Allah, sampai2 seolah2 beliau
tidak mengenal istrinya.
2. Darah.
Jangan sampai kita
menganggap diri kita umat Islam, tapi kita menggangagap murah darah umat
Islam. Jangan karena kekuasaan, seseorang tega menuduh kaum muslimin
dengan tuduhan2 yang keji.
Di dunia ini kehidupan aakan tenang
jika kita tidak berani membunuh darah saudaranya, baik secara fisik
maupun secara tuduhan2 keji.
Semoga kita semua dimudahkan oleh
Allah sebagai orang beriman, sehingga hisab kita nanti di akhirat
termasuk hisab yang sebentar saja. Aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar