Jalan apa saja yang harus kita tempuh agar bahagia, diterangkan
dalam Al Quran begitu luas dan begitu banyak. Ini menggambarkan kasih
sayang Allah itu begitu luas.
1. Berlapang dada.
Seorang
mukmin tidak pernah sepi dari beban kehidupan yang berat. Yang
menyatakan berat, adalah Allah sendiri, yang menciptkan kita. Begitu
juga bagi para dai.
QS AL Muzzammil 5: “Sesungguhnya kami akan turunkan perkataan yang berat kepada kamu.”
Kita menyadari bahwa hidup ini memang berat, sehingga tidak bisa
seorang mukmin ingin bahagia, tapi hidupnya hanya santai2 saja. Hidup
orang yg seperti itu kecil, dan matinya juga kecil.
Tidak ada yang
merasa kehilangan, mungkin hanya anak istrinya saja yang merasakan
kehilangannya, tapi dunia tidak merasa kehilangan. Berbeda dengan orang
yang mengajarkan Al Quran, Rasulullah dan para sahabat2nya. Mereka
hidupnya lebih capek. Tapi hidupnya besar, karena mereka dibutuhkan umat
manusia, dan ketika mereka meninggal, banyak yang merasa kehilangan.
Kehidupan seorang mukmin penuh dengan tugas2/beban2 dari Allah dalam
memimpin dunia ini, maka dari itu ada tuntutan untuk berlapang dada.
Apa urgensi berlapang dada?
1. Musa meminta pada Allah agar dilapangkan dadanya.
QS Thoha 25-28: “Musa berkata, ‘Robbisy rohlii shodrii, wa yassirlii
amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ (Ya Rabbku,
lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku)”
Musa as ketika mendapatkan perintah dari Allah agar menyampaikan Islam
kepada Firaun, untuk menghadapi durjana terbesar di dunia itu, apa modal
yang diminta oleh Musa as? Modalnya adalah iaminta kepada Allah agar
dilapangkan dadanya.
Kalau kita lihat ilmu munasabah (ilmu
korelasi), dengan mengetahui ilmu munasabah, maka kita akan mengetahui
aspek kemukjizatan Al Quran, karena ayat yang diturunkan berbeda
waktunya, tapi kuat korelasinya.
Ilmu berlapang dada, maka urusannya akan mudah.
Selain berlapang dada melahirkan kemudahan2 urusan kita, berlapang dada
juga melahirkan kelancaran komunikasi. Komunikasi lebih cair. Dalam
berumah tangga, dalam berbangsa dan bernegara, mungkin juga ada masalah.
Tapi kalau seluruhnya itu dijalani dengan berlapang dada, akan terjadi
komunikasi yang baik. Bayangkan kalau setiap orang punya dendam, ingin
mencelakakan saudaranya Maka berlapang dada, jalan menuju kehidupan yang
baik.
2. Komunikasi/ungkapan yang mudah dipahami.
Begitu
Musa menghadapi Firaun berlapang dada, lalu mengkomunikasikannya dengan
lancar, maka diharapkan Firaun dapat memahami inti2 yang akan
disampaikan.
3. Berlapang dada adalah anugrah Allah yang sangat besar
Allah memberikan nikmat yang sangat besar, sampai2 tentang lapang dada
ini menjadi satu nama surat di dalam Al Quran, yaitu Al Insyiroh
(berlapang dada): “Bukankah telah kami sudah lapangkan dadamu
(Muhammad)?”
Redaksi ini oleh orang yang sudah dipahamkan oleh
Allah SWT tentang tafsir ayat ini, memberikan pengetahuan kepada kita,
bahwa Rasulullah, walaupun beliau seorang nabi, tapi tetap beliau tidak
bisa lepas dari unsur kemanusiaannya. Dalam berdakwah, ada orang2 yang
dekat (baik dari sisi lokasi maupun dekat kekerabatannya), tapi begitu
Muhammad diangkat oleh Allah sebagai Nabi, kaumnya menyakiti, memusuhi
Nabi. Begitu juga yang dihadapi pewaris risalah para Nabi, yaitu para
da’i saat ini, yang menghadapi tindakan keras.
2. Berbuat baik kepada seluruh manusia, bukan hanya kepada golongan saja, keluarganya saja, tapi seluruh manusia.
Kita bahagia, tidak perlu mengimpor kebahagiaan dari luar, karena
kebahagiaan bisa kita produksi sendiri. Caranya, dengan menyucibersihkan
hati kita dari sifat2 iri, dengki.
Dalil bahwa berbuat baik akan membuat hidup bahagia, ada di QS An Nisa 114:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali
bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau
berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. dan
barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”.
Tiga hal yang akan membuat bahagia:
Menyuruh saudaranya untuk bersedekah, agar meringankan beban saudara,
agar tidak ada kefakiran, menyuruh berbuat baik, dan mendamaikan manusia
Barang siapa yang melakukan tiga hal tersebut semata2 mencari
Mardhotillah (ridho Allah), pasti akan Allah berikan pahala yang besar.
Anugrah kepada orang2 yang memproduksi kebaikan2 itu sangat besar.
Apa saja urgensi berbuat ihsan yang diterangkan dalam AQ?
1. Untuk mengetahui seberapa besar manfaat yang ditimbulkan pada
manusia, Al Quran memerintahkan agar berbuat baik kepada seluruh manusia
QS Al Qashash 77: “berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepada kamu.”
Ketika Allah menyebutkan “berbuat baik,” ini tidak ditujukkan berbuat
baik kepada siapa. Hal ini menunjukkan perintah berbuat baik kepada siap
saja. Tidakkah kita merasa hebat, ketika bangsa ini memproduksi
kebaikan sebanyak2nya, berbuat kebaikan untuk seluruh umat manusia,
inilah Islam yang diajarkan Allah.
2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
Kenapa disebut secara khusus kepada kedua orang tua. Ini menggambarkan
urgensi berbuat baik kepada orang tua, dan juga karena kebanyakan
manusia itu lupa. Karena manusia biasanya memikirkan hal yang jauh.
Ketika ditanya, “untuk apa Anda mencari uang?” Biasanya menjawab untuk
anak dan istri. Jarang yang menjawab untuk orang tua.
Itu lah di
Al Quran dipertegas, berbuat baiklah pada orang tua. Kita berbuat baik
kepada anak dan istri itu juga wajib, tapi itu sudah fitrahnya,
menafkahi anak istri. Tapi manusia sering lupa untuk berbuat baik pada
orang tua, maka dari itu Allah ingatkan di dalam Al Quran.
Berapa
banyak dari kita yang menganggarkan mengirimkan uang bulanan untuk
orang tua kita, menyediakan waktu bercengkerama dengan orang tua kita.
Di hari tua mereka, mereka merasa kesepian. Sudah menjadi kewajiban kita
untukberbuat baik kepada mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar