Apa yang dimaksud dengan Manaazil (rumah2 hari kiamat)? Manazil
adalah rumah2 yang menjadi tempat menetap orang2 beriman, sebelum orang2
beriman itu menetap di syurga, yang dimulai dari di alam kubur (awal
dari hari akhirat),
Hani’ Radhiyallahu anhu , bekas budak Utsmân
bin Affân Radhiyallahu anhu , berkata, "Kebiasaan Utsman Radhiyallahu
anhu jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi
janggutnya. Lalu beliau Radhiyallahu anhu ditanya, ‘Jika disebutkan
tentang surga dan neraka, engkau tidak menangis. Namun engkau menangis
dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau,
‘Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang
artinya) ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari
(persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari
(keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang
tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Aku tidak
melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’”
[HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah].
Yang harus kita Imani:
1. Hari kebangkitan dan sifat2nya.
Banyak ayat2 AQ berbicara ttg hari dibangkitkan (Al Ba’tsu). Tanah yang
dulunya kering, tandus, ketika hujan turun, ia kembali subur. Ini
tandanya bahwa hari kebangkitan itu ada, yaitu ada kehidupan setelah
kematian.
QS Al A’raf 57: “Dan Dialah yang meniupkan angin
sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan);
hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu
daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami
keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti
itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan
kamu mengambil pelajaran.”
QS Al Hajj 5-7: Hai manusia, jika kamu
dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah)
sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal
daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami
jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami
kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan
kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah
kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula)
di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak
mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu
lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di
atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam
tumbuh-tumbuhan yang indah
Yang demikian itu, karena sesungguhnya
Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala
yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan
padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.”
Dalil2 di atas membuktikan bahwa Al Ba’tsu (hari dibangkitkan) itu ada.
Bagaimana kehidupan orang2 beriman di akhirat, khususnya di rumah2 sebelum mereka menetap di syurga selama2nya.
Hadist: “Setiap hamba nanti dibangkitkan dari kuburnya, sesuai keadaannya dulu saat meninggal dunia”
Hadist dirayatkan Imam Muslim dalam Bab agar kita Berbaik Sangka kepada
Allah ketika Sakratul Maut: “Dibangkitkan setiap hamba sesuai dengan
keadaan dia mati.”
Ketika terjadi bencana, tsunami dsbnya, banyak
yang meninggal, bagaimana keadaannya saat itu? Kalau dia meninggal saat
sedang sholat, baca Al Quran, Alhamdulillah. Tapi kalau ketika ia
sedang maksiat, na’udzu billah.
Dibangkitkan dari kuburnya dalam
keadaan bersih. Menggambarkan betapa orang2 beriman itu, tubuhnya tidak
ada rambut, dua pipinya bersih tidak ada rambut. Orang yang sedang
ihram, kemudian dia meninggal dunia, nanti dibangkitkan oleh Allah dalam
keadaan sedang talbiyah (Labbaik Alloohumma Labbaik). Maka dari itu,
dalam keadaan apa pun di dunia ini, kita harus dalam keadaan beribadah,
akrena kita khawatir kematian selalu datang dengan mendadak.
Tanda2 hari kiamat sudah dekat itu, banyaknya orang2 yang meninggal
mendadak. Tidak sedikit orang yang baru olahraga kemudian meninggal,
baru mengisi seminar ia meninggal, yang orang2 di sekitarnya tidak
mengira ia akan meninggal.
Mari lah kita selalu dalam keadaan
taat pada Allah, sehingga dalam keadaan beribadah seperti orang yang
berihram tadi itu meninggal.
Dari Ibnu Abbas ra, seseorang
berdiri di wukuf Arofah bersama Rasulullah, seseorang dimandikan, lalu
dikafani, dan selanjut2nya. Lalu terakhir Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya orang itu dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah”
Al Hasyr, di mana manusia dikumpulkan di rumah yang bernama Al Hasyr,
atau biasa juga disebut Padang Mahsyar. Di sana seluruh manusia dan jin
digiring, dan dikumpulkan untuk dihitung amalnya. Di situlah seluruh jin
dan manusia mengetahui ke mana nanti tempat selanjutnya.
Seperti apa penjelasan Al Quran ketika berbicara tentang hari Yaumil Hasyr?
QS Al Kahfi 47: “Dan kami kumpulkan mereka, maka Kami tidak tinggalkan seorang pun.”
Semua dikumpulkan oleh Allah, mereka dihisab, mereka ditimbang amalnya.
Ketika kita semua dikumpulkan oleh Allah untuk diaudit. Bukankah kita
orang beriman, malu dan takut untuk tidak lagi bermaksiat. Semua manusia
dan jin akan menyaksikan.
Apabila ada orang yang berkata, apa
gunanya membicarakan hari akhirat. Seolah-olah apa yang dikerjakannya di
dunia ini tidak ada hubungannya dengan kondisinya di akhirat nanti.
Keimanan kita akan adanya hari akhirat sangat berpengaruh positif untuk
kehidupan dunia kita.
Bukankah orang2 yg takut berbuat maksiat, tidak
berani korupsi, tidak berani zina, karena dia takut dengan kehidupan
akhirat? Justru orang2 yang tidak beriman adanya hari akhirat, itu
berani maksiat.
Secara umum manusia itu dikumpulkan dalam keadaan
telanjang, tidak pakai alas kaki dan sandang. Seperti yang dijelaskan
dalama hadist berikut:
“Sesungguhnya kamu dikumpulkan oleh Allah
dalam keadaan tidak pakai sandal dan pakaian dan tidak disunnat, manusia
kembali seperti di awal dia diciptakan oleh Allah.
Siapa yang pertama diberikan pakaian? Dia adalah Nabi Ibrahim as.”
Bagaimana keadaan orang2 beriman di mahsyar itu?
Orang2 yang beriman, yang imannya bersih, yang tidak ada syirik, apakah
itu mempersekutukan Allah dengan manusia, dengan jin, dengan dukun,
dll, kalau imannya bersih dari itu semuanya, maka mereka akan merasakan
aman di hari akhirat itu..
QS Al An ‘am 82: “Orang2 yang beriman,
dan mereka tidak menodai imannya dengan kedzholiman (yang dimaksud ini
adalah syirik), maka mereka itulah yang mendapat rasa aman, dan mereka
itu lah yang mendapat petunjuk Allah SWT.”
Ini ayat yang
mendasari bahwa orang2 beriman aman di dunia dan akhirat. Semoga kita
menjadi orang2 yang mendapatkan rasa aman di hari akhirat nanti, jauh
dari siksa. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar